Muhammad Dalam Pandangan Para Tokoh Cendikiawan Dunia

Diterbitkan Oleh BIN HAKIM

Sebagian besar dari kita tidak banyak yang tahu betapa pengaruh Rasulullah sangat besar tidak hanya di bidang agama tapi juga di berbagai bidang seperti Ekonomi, Politik, Pertahanan, Keluarga, bisnis, sistem hukum, pendidikan dan strategi mililiter. Namun pengaruh ini telah dicermati oleh berbagai Tokoh-tokoh intelektual di dunia. Berikut Kutipan-kutipan mengenai pandangan mereka terhadap Rasulullah :

1. Mahatma Gandhi

“Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersehajaan, kehati-hatian Muhammad serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya,tekadnya, pengabdiannya, serta keyakinannya terhadap Tuhan dan tugasnya”

2. Sir George Bernard Shaw

“Saya yakin apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan, sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan di dunia : Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima di Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima di Eropa saat ini”

3. Lamartine, Histoire De La Turque.Paris Vol II.Hal.276-277

“Philosopher, Orator, Apostle, Legislator, Warrior, Conqueror of ideas, restorer of rational dogmas, of a cult without images, the founder of twenty terrestrial empires and of one spiritual empire, that is Muhammad. As Regards all the standars by Which human Greatness may be measured, we may well ask, Is there any Man Greater than he?”

4. Prof.K.S Ramakhrisna Rao
“He hadn’t studied philosophy in the school of athens or Rome,Persia,India or China, yet he could proclaim the highest truths of eternal value to mankind. Unlettered Himself, he could yet speak with an eloquence and fervor which moved to tears of ecstasy. Born an orphan and blessed with no worldly goods, He was Loved by all. He Had studied at no military academy; yet he could organize his forces against tremendous odds and gained victories through the moral forces which he marshaled. Gifted men with a genious for preaching among the rarest kind in the world. Descartes included the perfect preacher among the rarest kind in the world”

5. Collin dan Moores dan Zaleznik

“The act of entrepeneurship is an act patternd after modes of coping with early childhood experience”

6. Sir Charles Archibald Hamilton

“Islam teaches the inherent sinlessness of man. It teaches that man and Woman have come from same essence, posses the same soul and have equipped with equal capabilities for intellectual,spiritual and moral attainments”

7. MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKIN G OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978)
Michel Hart di dalam bukunya “Seratus Tokoh dalam Sejarah” mengatakan, “Pilihan saya Muhammad menjadi orang pertama yang terpenting dan teragung sebagai tokoh sejarah telah mengagetkan para pembaca. Namun dia (Muhammad) adalah satu-satunya tokoh dalam semua sejarah yang sukses dengan kesuksesan sangat tinggi pada tingkat Agama dan Dunia. Ada banyak rasul, nabi dan para pemimpin yang memulai dengan misi-misi agung. Namun mereka meninggal tanpa penyempurnaan misi-misi tersebut, seperti Isa di Kristen, atau yang lain telah mendahului mereka, seperti Musa di Yahudi. Namun Muhammad adalah satu-satunya (Rasul) yang menyempurnakan misi agamanya, menetapkan hukum-hukumnya dan diimani oleh bangsa-bangsa selama hidupnya. Karena dia mendirikan negara baru di sisi agama. Sedang di bidang dunia dia juga menyatukan kabilah-kabilah di dalam bangsa, menyatukan bangsa-bangsa di dalam umat, meletakkan buat mereka semua asas kehidupannya, menggariskan masalah-masalah dunianya, meletakannya pada titik tolak menuju dunia. Dan juga di dalam hidupnya, dia adalah (Rasul) yang memulai risalah agama serta dunia dan menyempurnakannya.

8. PROF. (SNOUCK) HURGRONJE

“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan”.

9. THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP

“(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade. “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.“Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa seorang cendekiawan menerima begitu saja ucapan seseorang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu”.

10. EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama”.

11. SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches & Writings, Madras, 1918, p. 169):

“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: Allah Maha Besar… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara”.

12. DIWAN CHAND SHARMA

“Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya.” (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)

13. James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70.

“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri. Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi Baca adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah. “Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia. “Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keinginan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya. ” (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)

14. W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA , Oxford , 1953, p. 52.

“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”.

15. Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras , 1932, p. 4.

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

16. Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London , 1874, p. 92.

“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire- nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya”.

17. John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330
“Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia”.

18. John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P.. ’s and Cassel ’s Weekly for 24th September 1927 .
“Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia”.

19. Professor Jules Masserman

“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas- pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama”.

20. Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya

“Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak. Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama yang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya”.

21. John Diven Port, cendekiawan Inggris

“Dari segi keindahan dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai”.

22. Gustav Lebbon, cendekiawan Prancis

Dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”, menulis, “Jika kita ingin kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”

*******************

22. LOTHROP STODDARD, sejarawan termasyhur dari Amerika Serikat:
“The rise of Islam is perhaps the most amazing event in human history. Springing from a land and a people like previously negligible, Islam spread within a century over half the earth, shattering great empires, overthrowing long-established religions, remoulding the souls of races, and building up a whole new world--world of Islam.

The closer we examine this development the more extraordinary does it appear. The other great religions won their way slowly, by painful struggle, and finally triumphed with the aid of powerful monarchs converted to the new faith. Christianity had its Constantine, Buddhism its Asoka, and Zoroastrianism its Cyrus, each lending to his chosen cult the mighty force of secular authority.

Not so Islam. Arising in a desert land sparsely inhabited by a nomad race previously undistinguished in human annals, Islam rallied forth on its great adventure with the slenderest human backing and against the heaviest material odds. Yet Islam triumphed with seemingly miraculous case, and a couple of generations saw the Fiery Crescent borne victorious from the Pyrenees to the Himalayas and from the deserts of Central Asia to the deserts of Central Africa.”

The New World of Islam, New York, 1925, p.5.

Buku Lothrop Stoddard ini, atas prakarsa Presiden Sukarno tahun 1965, telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan judul Dunia Baru Islam. Terjemahan dari kata-kata Stoddard di atas terdapat pada hal. 11, lebih menggebu-gebu dari naskah aslinya:

“Bangkitnya Islam, barangkali, satu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempoh seabad saja, dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam telah menyebar hampir menggenangi separoh dunia. Menghancurkan kerajaan-kerajaan besar, memusnahkan beberapa agama besar, yang telah dianut berbilang zaman dan abad. Mengadakan revolusi berpikir dalam jiwa bangsa-bangsa. Dan sekaligus membina satu dunia baru--Dunia Islam!

Kian dalam penyelidikan kita terhadap kemajuan Islam, kian bertambah takjub hati. Agama besar lain, tumbuh dan berkembang amat lambat, menghadapi berbagai ragam rintangan. Akhirnya beroleh kemenangan, lantaran bantuan raja-raja yang berkuasa yang memeluk agama itu. Agama Nasrani punya Konstantin, agama Budha punya Asoka dan agama Zoroaster punya raja Cyrus. Mereka raja-raja perkasa. Mereka tokoh-tokoh pembela dan penggalang agama yang dipeluknya, dengan segala kekuasaan dan kekuatan.

Tidak demikian Islam! Ia lahir di gurun tandus. Penduduknya sedikit, pengembara pula. Dan sebelum Islam datang, mereka tak punya kedudukan dan tempat dalam sejarah. Tetapi kemudian dengan cepat sekali, Islam berkembang ke segala penjuru dunia, tanpa bantuan kekuasaan dan kekuatan banyak umat. Dalam kesulitan mahadahsyat, Islam mendapat kemenangan nyata dan menakjubkan! Tak sampai dua abad dari detik kelahirannya, benderanya telah berkibar antara pegunungan Pyrenia dan Himalaya, antara padang pasir di tengah Asia sampai ke padang pasir di dua benua Afrika.” (disesuaikan dengan Ejaan Yang Disempurnakan, EYD 1972)

23. Dr. Zuwaimer, orientalis Kanada.

Dr. Zuwaimer di dalam bukunya “Timur dan Tradisinya” mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah termasuk pemimpin agama terbesar. Bisa juga dikatakan bahwa dia adalah seorang reformis, mumpuni, fasih, pemberani dan pemikir yang agung. Tidak boleh kita menyebutnya dengan apa yang bertentangan dengan sifat-sifat ini. Al-Qur’an yang datang besama Muhmmad dan sejarahnya menjadi saksi atas kebenaran klaim ini.”

24. Bretly Hiler, Orientalis Jerman.

Bretly Hiler di dalam bukunya “Orang-Orang Timur dan Keyakinan-keyakinan Mereka” mengatakan, “Muhammad adalah seorang kepala negara dan punya perhatian besar pada kehidupan rakyat dan kebebasannya. Dia menghukum orang-orang yang melakukan pidana sesuai dengan kondisi zamannya dan sesuai dengan situasi kelompok-kelompok buas di mana Nabi hidup di antara mereka. Nabi ini adalah seorang penyeru kepada agama Tuhan Yang Esa. Di dalam dakwahnya, dia menggunakan cara yang lembut dan santun meskipun dengan musuh-musuhnya. Pada kepribadiaannya ada dua sifat yang paling utama dimiliki oleh jiwa manusia. Keduanya adalah “keadilan dan kasih sayang”.

25. Bernardesho, pemikir Inggris.

Bernardesho seorang pemikir Inggris di dalam bukunya “Muhammad” mengatakan, “Dunia ini sangat membutuhkan pemikiran Muhammad. Nabi inilah yang meletakan agamanya senantiasa dalam posisi terhormat dan tinggi, agama yang paling kuat di dalam mencerna seluruh peradaban dan kekal sepanjang masa. Saya melihat banyak dari anak keturunan bangsaku yang masuk agama ini dengan bukti nyata. Agama ini akan mendapatkan kesempatan yang luas di benua ini – maksudnya adalah Eropa. Bahwa para tokoh agama pada abad pertengahan, akibat dari kebodohan dan fanatisme, telah menggambarkan agama Muhammad dengan gambaran yang gelap. Mereka menyebut agama Muhammad sebagai musuh bagi Kristen. Namun setelah saya mengkaji tentang orang ini (Muhammad), saya menemukan kekaguman yang luar biasa. Saya sampai pada kesimpulan bahwa dia bukan musuh bagi Kristen. Namun sebaliknya harus disebut penyelamat manusia. Dalam pandangan saya, sekiranya dia memegang kendali dunia pada hari ini pastilah dia bisa menyelesaiakan masalah kita yang dapat menjamin perdamaian dan kebahagiaan yang menjadi harapan manusia.

26. Snersten Elasogi, Professor bahasa Aramaic.

Snersten Elasogi di dalam bukunya “Sejarah Hidup Muhammad” mengatakan, “Sungguh kita tidak netral pada Muhammad kalau kita mengingkari apa yang ada pada dirinya, berupa sifat-sifat yang agung dan keistimewaan-keistimewaannya. Muhammad telah terjun di dalam perang kehidupan yang benar menghadapi kebodohan dan kesemrawutan, tetap teguh pada prinsipnya. Dia terus memerangi tindakan yang melampaui batas sampai berakhir pada kemenangan yang nyata. Sehingga syariatnya menjadi syariat yang paling sempurna, dia di atas para tokoh agung sejarah.”

27. Sneks, orientalis Amerika.

Sneks di dalam bukunya “Agama Arab” mengatakan, “Muhammad muncul 570 tahun setelah Isa. Tugasnya adalah untuk meningkatkan akal manusia dengan memberinya dasar-dasar utama dan akhlak yang mulia, mengembalikan kepada keyakinan Tuhan yang Esa dan kehidupan setelah kematian.”

28. Lev Tolstewi, sastrawan dunia.

Lev Tolstewi, yang karya sastranya dianggap sebagai sastra yang paling bernilai tercatat dalam peninggalan kemanusiaan. Dia mengatakan, “Cukuplah Muhammad sebagai kebanggaan karena dia telah membebaskan umat hina yang haus darah dari cakar-cakar setan tradisi yang tercela. Membuka di depan muka mereka jalan yang tinggi dan maju. Bahwa syariat Muhammad akan menguasai dunia karena kesesuaiannya dengan akal dan kebijaksanaan.

29. Sedang seorang Sastrawan Jerman Gotah mengatakan, “Sesungguhnya kita warga Eropa dengan seluruh pemahaman kita, belum sampai kepada apa yang telah dicapai Muhammad. Dan tidak akan ada yang melebihi dirinya. Saya telah mengkaji dalam sejarah tentang keteladanan yang tinggi untuk umat manusia ini. Dan saya temukan itu pada Nabi Muhammad. Demikianlah seharusnya kebenaran itu menang dan tinggi, sebagaimana Muhammad telah sukses menundukan dunia dengan kalimat tauhid.”


***********************************************************
Mudah-mudahan Kita semua dapat mengambil hikmah dari seorang suri tauladan yang baik dari Nabi Muhammad SAW. Nabi tidak pernah sekalipun menginginkan umatnya mengagung-agungkan beliau seperti perkataan beliau:

“Janganlah kalian terlalu mengagung-agungkan aku…sesungguhnya aku ini manusia biasa putra seorang wanita Makkah yang memakan daging yang dikeringkan (lauk sederhana). Panggilah aku Rasulullah dan hamba Allah”.

Beliau Berjalan di atas pasir, membawa barang dagangannya, menjahit pakaiannya yang sobek, memotong daging serta menyuapkan sayuran di dapur. Beliau juga merasakan apa yang pernah kita rasakan; rasa cemas dan harap, miskin dan kaya, merasakan kekalahan dan kesedihan. Tubuhnya tidak terdiri dari Besi tetapi daging dan tulang biasa.

Yang Beliau Inginkan hanyalah kita sebagai umatnya senantiasa Taat Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Menjalankan hidup sesuai dengan Al Quran dan Hadits.

Mudah-mudahan informasi ini menggugah kita umat muslim bahwa Rasul kita bukan hanya teladan dalam hal agama tapi menyeluruh dalam semua sisi kehidupan yang patut kita teladani.
---------------------
Sumber :

- Buku The Super Leader The Super Manager Muhammad SAW karya Dr. Muhammad Syafii Antonio,M.Ec.
- Ayruel
- Swara Muslim
http://gayahidupkeren.blogspot.com/2011/05/muhammad-dalam-pandangan-para-tokoh.html
http://www.pasulukanlokagandasasmita.com/muhammad-dalam-pandangan-para-tokoh-cendikiawan-dunia/
http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=117112